You are hereBlogs / Kang Willy's blog / In Memoriam of Our Hero

In Memoriam of Our Hero


By Kang Willy - Posted on 23 October 2009

Share/Save

Karateka BKC BogorKarateka asal Jawa Barat (Jabar) Happy Alfritz Walla (26) yang mengalami koma setelah bertanding di Kejurnas Karate yang sekaligus Pra-kualifikasi PON XVI Tahun 2004, Minggu (22/7) malam, akhirnya meninggal dunia, Rabu (23/7) dinihari. Karateka kelahiran Bogor ini meninggal dunia di ruang ICU lantai tiga IRD RSUD Dr Soetomo Surabaya, Rabu dinihari sekitar pukul 01.00 WIB (sumber lain ada yang menyebutkan pukul 00.05 WIB), dan sekitar pukul 07.30 WIB jenazah langsung dikremasi di kamar mayat rumah sakit tersebut.

Sekitar pukul 10.35 WIB, Jenazah bersama keluarga dan oficial tim Jawa Barat dibawa ke Bandung, dengan menggunakan pesawat "Lion Air" dari Bandara Juanda Surabaya. Ibunda almarhum Happy, Christine Walla yang sudah tiga hari menemani anaknya di RSUD Dr Soetomo, tampak berusaha sabar dan tawakal.

"Saya hanya bisa pasrah dan berdoa untuk mendapat kekuatan batin dari Tuhan dalam menghadapi guncangan musibah ini," kata wanita tua berusia 53 tahun itu. Manajer tim karate Jabar, Kamarul Bahri juga tidak mampu menyembunyikan kesedihannya. "Ketahanan saya sebagai mantan pelatih dan manajer, langsung runtuh melihat kondisi Happy," tambahnya sambil menahan tangis.

Sebelumnya, tim dokter ahli bedah syaraf RSUD Dr Soetomo yang menangani Happy telah memprediksi harapan untuk hidup Happy sangat tipis, karena pendarahan di otaknya sangat parah, yaitu batang otaknya sudah mati (MPO). Happy mengalami pendarahan otak saat tampil melawan karateka dari NTT Andriko (kumite kelas 70 kg) dalam Kejurnas di Surabaya, Minggu (20/7) petang.

Happy sejak Minggu malam langsung koma dan terus dirawat di RS Dr Soetomo. Perdarahan otak itu akibat tendangan silang (mawasihgeri) yang mendarat di bagian kepalanya. Dia jatuh pingsan 10 menit usai pertandingan melawan Andriko.

FORKI INVESTIGASI

Atas kasus kematian atlet karate tersebut, Pengurus Besar Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (PB FORKI) kini melakukan investigasi dan tengah menunggu laporan dari enam pihak untuk dikaji.
"Kami sepenuhnya bertanggungjawab atas kematian Happy. Kami ikut berbelasungkawa dan melakukan investigasi penuh dan menyeluruh atas kejadian ini," kata Sekum PB FORKI, Hendardji di Jakarta, kemarin.

Ahli bedah syaraf RSUD Dr Soetomo dr Nur Hidayat yang merawat Happy Alfred Walla menyatakan terjadinya pendarahan serius di otak. Menurut Nur Hidayat, sesuai hasil foto skan, Happy mengalami pendarahan otak cukup parah dan batang otaknya (MPO) sudah mati seperti dikatakannya katanya kepada pers di Surabaya pada Selasa lalu.

Hendardji yang juga Wadan Puspom TNI mengatakan, pihaknya kini tengah menunggu laporan dari enam pihak atas kejadian naas yang dialami oleh Happy. Keenam pihak dimaksud adalah wasit yang memimpin pertandingan, dewan wasit, panitia pertandingan, tim medis pertandingan dan yang merawatnya usai kejadian, manajer tim Jabar serta manajer tim NTT.

"Kami akan mengkaji semua laporan itu untuk mencari akar masalah dan sebab-sebab kejadian, sebelum mengambil sebuah keputusan sekaligus laporan ke KONI Pusat," katanya.

Hendardji mengatakan, kemungkinan baru pekan depan pihaknya mengadakan rapat pembahasan secara menyeluruh masalah ini. "Kami juga harus menunggu kedatangan Ketua Umum PB FORKI (Luhut Binsar Panjaitan) yang berada di luar negeri, beliau sudah kami beritahu," katanya.

Hendardji menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang untuk pertama kalinya dialami PB FORKI. "Ini memang takdir, tapi kami harus mencari solusi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Semoga ini yang pertama dan terakhir," harapnya.
Selain melakukan investigasi, PB FORKI telah menanggung semua biaya perawatan Happy termasuk biaya pemberangkatan jenazah almarhum ke Bandung serta biaya pemakaman. "Kami yang menanggung semua. Ini juga wujud tanggungjawab kami," katanya.

Sekretaris PB FORKI, Maxi Poluan mengatakan, hingga kini pihaknya baru mendapat laporan dari wasit pertandingan dan masih menunggu laporan pihak terkait lainnya.
Dalam laporan pertandingan yang dibuat wasit Rahman Situmeang asal Sumut, Happy unggul setelah dua kali tendangan ippon-nya masuk ke tubuh lawan.
Namun, lawannya Andriko, meningkatkan tekanan dan cenderung bermain kasar menyarangkan tendangan ke perut dan pada detik terakhir pertandingan memasukkan tendangan "mawasihgeri" yang membuat atlet NTT itu memetik kemenangan.

Sepuluh menit usai dinyatakan kalah, Happy jatuh pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit Dr Sutomo Karang Menjangan, Surabaya. (vic/ant)

Source : Pelita Surabaya,

Selamat Jalan Kawan... Kami Warga BKC akan terus selalu mengenangmu... !!! dari Saya.... Rekan Seperguruan,Kawan se-almamater, Teman se-Dojo, Sohib seperjuangan (terus terang, Tanpa Bantuan Beliau Dojo SMPN 14 Mungkin tidak ada atau tidak mungkin sebesar sekarang.

Karena dengan semangatnya dia terus memotivasi saya untuk terus maju, dan memang Atraksi Pertama Dojo SMP Negeri 14 adalah Anak2 Dojonya Kang Happy..Terima kasih Kang Happy & Saya berjanji akan terus berusaha menjaga Dojo ini dengan segala kemampuan yang saya miliki...)

Mudah2an ini semua akan membawa hikmah yg baik bagi kita warga BKC, terutama untuk keluarga. Serta bagi adik2 Seperguruan bisa menjadikan tauladan pribadi yang perlu dicontoh.

Kang Hariansyah

Posting ini adalah sebagai Bahan Renungan bagi kita semua agar dapat menghargai Loyalitas & Dedikasi Kawan seperguruan , Pelatih BKC kota bogor. Juga sebagi Motivasi kepada kita semua agar kita dapat meneruskan Perjuangan dalam mengibarkan Panji BKC. Untukmu Wahai Pahlawan BKC, Doa Kami menyertaimu… Kang Happy !

[Mohon maaf untuk pihak yang terkait, terutama keluarga Almarhum bahwa posting ini tdk bertujuan untuk membuka duka masa lalu, justru kami sangat menghargai saudara, rekan seperguruan, kawan se-almamater, Pelatih BKC...& Kami akan terus mengenang beliau... Kang Happy Alfritz Walla]

Terima kasih atas Do'anya Pak... Mudah2an ini akan membawa hikmah yang baik buat kita semua...

Saya mengucapkan belasungkawa kepada prestasi Kang Happy dan loyalitasnya kepada Tim BKC pada PON XVI. Selamat Jalan Kang Happy.. Semoga Kang-Happy2x yang lainnya akan lahir dikemudian hari.. Semoga kau menempati tempat yang layak disisinya.
Hidup BKC YANPUDO NEPAL BOGOR...!!! Lanjutkan Perjuangan Kang Happy..!!

Salam, Papoyan